Laman

Minggu, 15 Januari 2012

Selesaikan Masalah Dengan Melupakan & Mema’afkan

Manusia adalah makhluk yang tidak bisa melepaskan diri dari kesalahan, salah satu menyikapi kesalahan selain bertaubat adalah dengan cara melupakan dan mema’afkan, baik dirinya sendiri maupun kesalahan dari orang lain yang punya kontribusi nyata dalam masalah kita. Memaafkan Diri Sendiri Jika kesalahan itu murini dari diri sendiri, janganlah terlalu lama mengumpat dan meratapi, betapapun besar kesalahan itu,namun dia telah memberi satu pelajaran berharga dalam hidup kita. Ternyata kesalahan yang dulu pernah kita “nikmati” akhirnya akan membawa akibat buruk dan menyisakan kerugian yang teramat besar, dan karena itu kita tahu kesalahn itu tidak patut diulanginya lagi. Tidak ada yang bisa menghapus noktah hitam masa lalu kita selain diri kita sendiri, dengan cara mema’afkan diri kita, kemudian disusul dengan perilaku yang baik, tanamkan dalam hati, bahwa kesalahan yang pernah kita lakukan adalah hal wajar, setiap manusia pasti pernah berbuat salah, yang tidak wajar adalah ketika kita memperparahnya dan hidup pun menjadi stagnan lalu mati hanya karena satu kesalahan. Mema’afkan Orang Lain Jika kesalahan itu datang dari orang lain, kita harus tahu bahwa memelihara dendam dalam diri hanya akan menghabiskan energi dan waktu, serta menimbun penyakit dan membiarkan penyakit itu berkembang-biak, bersarang dalam jiwa. Sungguh terlampau besar biaya yang harus dibayar karenanya, sebab kita membayarnya dengan hati, daging dan darah serta air mata kita, ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan kita, semua kita korbankan karena membayangkan manisnya balas dendam kepada orang yang telah berbuat salah pada kita. Melupakan Dengan Meninggalkan Masalah Itu dan Menghapusnya Tidak mudah memang menghapus masalah dari ingatan buruk kita dihari-hari kelabu bersamanya. sebab kesan pikiran yang terlanjur terukir dibenak kita memang sulit untuk dihapus begitu saja. Bahkan seolah ia terus membelenggu kaki tangan kita sehingga kita seperti tak kuasa melakukan apa-apa untuk keluar dari masalah tersebut. Namun kesan dan pikiran yang kerap mengganggu itu tidak berarti tidak bisa dihilangkan, masih ada cara lain yang bisa kita lakukan untuk melupakannya, yaitu dengan meninggalkan dan menghapus jejaknya, sama sekali. Termasuk cara menghapus jejak masa lalu adalah dengan meninggalkan atau menjauhi orang-orang yang pernah membantu kita melakukan kesalahan itu, Kalau perlu tinggalkan lingkungan yang disana kita pernah berbuat salah. ” jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang-orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang bodoh ” (QS. Al-A’raf : 199 )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar