Laman

Kamis, 05 Mei 2011

Senyum

Memang sangat sulit untuk menampakkan rasa bahagia
terutama lewat senyum, terlebih
dalam kondisi menghadapi
masalah. Karena senyum dan tawa bahagia melibatkan emosi dan hal ini biasanya direfleksikan
dalam ekspresi wajah.
Yang pertama harus diselesaikan
pastinya segera menyelesaikan
permasalahan. Namun, setidaknya adal cara yang patut
dicoba untuk meredakan
depresi, sehingga tidak mengganggu aktifitas kita. Yaitu
melalui senyuman …
Bila dulu kita beranggapan
suasana hati mampu
menciptakan ekspresi wajah,
penelitian terbaru menyimpulkan
sebaliknya, ekspresi wajah
mampu merubah suasana hati.
Penelitian ini dilakukan oleh
Strack dkk(1988) dengan melakukan manipulasi ekspresi
wajah. Dengan cara meminta subyek untuk menahan pena di mulutnya. Ketika pena ditahan
oleh gigi, maka bibir tampak
seperti tersenyum, dan membuat
subyek merasa bahagia karena
tersenyum. Dalam hubungan antara senyum dan suasana hati, Waynbaum
menjelaskan ketika otot wajah bergerak maka akan terjadi
mekanisme hormonal di otak.
Dan otot-otot wajah berperan sebagai pengikat pada pembuluh darah dan mengatur aliran darah
ke otak. Aliran darah ini mempengaruhi temperatur di
otak yang berhubungan dengan
perasaan subyektif yang dialami
seseorang.
Oleh karena itu jika kita sedang
mengalami depresi atau kesedihan sebaiknya
menampilkan ekspresi bahagia
melalui senyum. Ekman dan
Friesen menyatakan bahwa salah
satu teknik untuk mengontrol
emosi adalah dengan cara menampilkan ekspresi emosi
yang berlawanan. Untuk itu kita
perlu melatih tersenyum.
Ciri-ciri senyum yang bisa menghilangkan depresi adalah:
a) Sudut bibir tertarik ke
belakang dan tertarik ke atas,
b) Bibir merapat atau meregang
dengan ggi terlihat atau tidak,
c) Ada kerutan turun dari hidung
sampai sudut luar bibir,
d) Pipi terangkat,
e) Ada kerutan dibawah kelopak
mata bagian bawah,
f) Ada kerutan disudut luar mata.
Sedangkan teknik melatih
senyum ini adalah sebagai
berikut:
1. Duduk atau berdiri di depan
cermin.
2. Kendurkan dahi, tarik bibir ke
belakang dan tariklah sedikit ke
atas. Biarkan bibir atas dan
bawah merapat, sehingga gigi
tidak terlihat. Tahan selama 5
detik.
3. Perhatikan mulai dari kerutan
hidung sampai garis sudut bibir
sebelah luar dan terangkatnya
pipi, selama 5 detik.
4. Amati kerutan di kelopak mata
bagian bawah dan sudut luar
mata selama 5 detik.
5. Amati dan rasakan perasaan
apa yang muncul saat ini, 10
detik. Setelah itu lepaskan
perasaan anda.
6. Cobalah sekali lagi dari no 2-5.
Lakukan latihan ini minimal tiga
kali sehari sampai kita mengenali
peraasaan apa yang muncul ketika meakukan latihan ini.