Laman

Senin, 11 April 2011

Marilah kita selalu bersyukur

Sedemikian vitalnya, syukur ditekankan oleh Allah dalam
banyak surat dalam Al Qur ’an, yang kesemuanya memberi
peringatan dan bimbingan kepada umat manusia, agar
mendirikan rasa syukur yang
menetap dalam hati dan menjadi bagian tak terpisahkan dari iman, sehingga ada istilah syukur nikmat Allah, ada juga istilah
kufur nikmat Allah, sebagai resiko
kekufuran lainnya selain kufur kepada Allah. Oleh karena itu,
yang dimaksud kufur nikmat ini, pangkal pertama adalah tidak
menyadari bahwa Allah sudah
menciptakan adanya diri dan alam semesta ini, yang kesemuanya untuk manusia.

“…Dan Allah mengeluarkan kamu
dari perut ibumu dalam keadaan
tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu
pendengaran, penglihatan dan
hati, agar kamu bersyukur ”. (An-
Nahl: 78)

“Allah-lah yang menundukkan
lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya
kamu dapat mencari karunia -Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur ”. (Al-Jaathiya: 12).

Q.S. Ibrahim : 5
” Dalam semua kejadian itu terdapat bukti kekuasaan Allah bagi orang yang selalu sabar dan bersyukur. ”

Semua perintah untuk bersyukur, bukanlah untuk Allah, tetapi
sebagai pesan pendewasaan
manusia agar dalam
bermuamalah juga menyadari akan bantuan dan pertolongan
orang lain, yang sudah menolong
kita juga, terutama orang tua kita sendiri.

“…Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu …”
Zumar:7

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar