Laman

Jumat, 25 Februari 2011

Bagaimana Seseorang yg baik tidak mendapatkan Wanita yg Baik?

Lalu bagaimana jika seseorang
yang baik mendapatkan wanita
yang tidak baik
Ayat diatas pemahaman saya
memang bukan janji Allah
tentang otomatisnya orang yang
baik akan mendapat pasangan
yang baik,Ayat tersebut secara
umum memberitahukan kita
bahwa orang –orang yang baik
akan mendapat pasangan yang
baik juga,dengan berusaha
mengondiskan diri menjadi baik
dan juga berikhtiar mencari
pasangan yang baik.Namun baik
dalam hal ini,pun secara logika
dapat diartikan bermacam-
macam.Secara khusus Allah
membuat perumpamaan
bagaimana seorang yang baik
mendapatkan pasangan yang
tidak baik.Hal ini dapat kita lihat
pada kisah nabi Nuh, Nabi
Luth,dan Juga Firaun.
“Allah membuat istri nabi nuh
dan istri nabi luth sebagai
perumpamaan bagi orang-orang
kafir. keduanya berada di bawah
ikatan pernikahan dengan dua
orang hamba yang shalih di
antara hamba-hamba kami. lalu
kedua istri itu berkhianat kepada
kedua suami mereka, maka
kedua suami mereka itu tidak
dapat membantu mereka
sedikitpun dari siksa Allah, dan
dikatakan kepada keduanya:
‘masuklah kalian berdua ke
dalam neraka bersama orang-
orang yang masuk neraka ’.” (at-
tahrim: 10)
Allah menakdirkan istri kedua
nabi yang mulia ini justru tidak
menerima dakwah suami
mereka. padahal keduanya
adalah belahan jiwa yang saling
melengkapi, saling menemani
dan mendampingi. kedua istri ini
mengkhianati suami mereka
dalam perkara agama, karena
keduanya beragama dengan
selain agama yang diserukan
oleh suami mereka. keduanya
enggan menerima ajakan kepada
keimanan bahkan tidak
membenarkan risalah yang
dibawa suami mereka.
Lalu diayat selanjutnya kita
temukan perumpamaan lain
tentang suami yang tidak baik
(fasik) dengan instri solehah
salah satunya adalah asiyah binti
mazahim, istri fir ’aun. walau
berada dalam kekuasaan fir’aun,
asiyah mampu menjaga akidah
dan harga dirinya sebagai
seorang muslimah. asiyah lebih
memilih istana di surga daripada
istana di dunia yang dijanjikan
fir ’aun. Allah mengabadikan
doanya, dan Allah menjadikan
perempuan fir ’aun teladan bagi
orang-orang beriman, dan ia
berdoa, ya Tuhanku, bangunlah
untukku sebuah rumah di sisi-Mu
dalam surga dan selamatkanlah
aku dari fir ’aun dan
perbuatannya dan selamatkan
aku dari kaum yang zalim (at
tahriim [66]: 11)
Bagi kita mungkin Firaun
merupakan pria yang
jahat,namun kisah Asiyah ini di
Abadikan dalam Quran.Allah
menjadikan Firaun merupakan
pribadi yang “baik” bahkan
sangat “baik” bagi Asiyah karena
secara logis membuat Asiyah
menjadi wanita yang ditinggikan
derajatnya.Ia tetap dapat
menjaga akidahnya,dari fitnah
besar suaminya.Dalam hal ini
baik tidak baik terlihat
sekali,tentang suami soleh atau
zalim , yaitu dalam hal Aqidah.
Kesimpulan
“..Boleh jadi kamu tidak
menyenangi sesuatu, padahal ia
baik bagi kamu, dan boleh jadi
kamu menyukai sesuatu padahal
itu tidak baik bagi kamu. Allah
Mengetahui sedang kamu tidak
mengetahui. ” (Al-Baqarah:ayat
216)
“Dan di langit terdapat (sebab-
sebab) rezekimu dan apa yang di
janjikan kepadamu. ” (Adz-
Dzariyat:ayat 22)
Dalam Surat Annur Allah
menetapkan bahwa Perempuan
yang baik untuk laki-laki yang
baik, dan rasul menetapkan
beberapa panduan untuk kita
pilih
“Dinikahi seseorang itu karena
empat perkara, harta, kecantikan,
keturunan dan agama. Maka
pilihlah yang beragama, niscaya
beruntung diri. ”
“Pesan Abu Hurairah r.a. kepada
puterinya: Pilihlah bakal suamimu
orang yang bertaqwa karena jika
dia suka kepadamu, dia
mendoakan kebaikan untukmu.
Jika dia tidak menyenangimu, dia
tidak akan berlaku zalim
terhadapmu
Proses mendidik hati bukan
mudah seperti menenun kain
yang indah, tapi perlukan
kesabaran dan
mujahadah.Ucapan yang baik
akan keluar dari orang yang
baik,ucapan yang keji akan
keluar dari orang yang keji
pula.Untuk mendapatkan sesuatu
yang baik memang kita harus
memperbaiki diri lebih baik.
Tugas seorang hamba ke atas
dirinya hanya membaiki dirinya
sendiri tanpa terlalu memikirkan
pengakhiran mendapat yang
soleh ataupun sebaliknya. Kerana
Allah tidak akan menzalimi orang
yang sentiasa berusaha ke arah
kebaikan.
“Sesungguhya Kami yang
menurunkan Ad-dzikr,dan Kami
pula yang menjaganya ”.Akan ada
para penghafal-pengahafal
Quran,ulama-ulama yang akan
menjaga Quran sampai akhir
zaman,dan ayat ini akan tetap
berlaku sampai kahir zaman
”Wanita-wanita yang keji adalah
untuk laki-laki yang keji dan laki-
laki yang keji adalah untuk
wanita-wanita yang keji (pula),
dan wanita-wanita yang baik
adalah untuk laki-laki yang baik
dan laki-laki yang baik adalah
untuk wanita-wanita yang baik
(pula).
Akan ada pula orang-orang yang
berusaha memperbaiki
diri,mebuat diri menjadi lebih
baik dan mendapat pasangan
yang baik,dan ayat ini tetap akan
berlaku selama-lamanya
Wallahu Alam
Referensi: Tafsir Al
Azhar ,Hamka,Annur ayat 26
Tafsir Al Quranul Azhim,Ibnu
Katsir
Saatnya Menikah,Muttawali
Syarawi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar