Laman

Thursday, December 8, 2011

Kemuliaan Wanita dalam Islam

Pada suatu hari Fatimah Azzahra mengeluh kepada Rasulullah SAW, karena capek menggiling gandum untuk keperluan keluarganya. Maksudnya ia minta dicarikan pembantu. Mendengar keluhan anaknya ini, Rasulullah SAW berkata, “ Ya Fatimah, jika perempuan menggiling tepung untuk suami dan anak-anaknya, maka Allah menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat. Ya Fatimah, jika perempuan berkeringat ketika menggiling gandum untuk suaminya, maka Allah menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit. Jika ia meminyaki dan menyisir rambut anak-anaknya dan mencuci pakaian mereka, Allah akan mencatatkan pahala orang yang memberi makan seribu orang lapar dan memberi pakaian seribu orang telanjang. Jika perempuan menghalangi hajat para tetangganya, Allah akan menghalanginya dari air telaga Kausar di hari kiamat. Ya Fatimah, hal yang lebih utama dari semua itu adalah keridhaan suami terhadap isterinya. Jika suamimu tidak ridha padamu, tidaklah akan aku doakan kamu. Tahukah engkau bahwa ridha suami bernilai lebih dihadapan Allah dan kemarahannya adalah kemarahan Allah“. Kemudian Nabi SAW mengungkapkan lagi segala kebaikan lain yang bakal diraih perempuan sebagai ibu rumah tangga, salah satunya ialah “Jika perempuan melayani suaminya sehari semalam dengan baik hati, ikhlas, serta niat yang benar, Allah akan mengampuni semua dosanya dan akan memakaikannya sepersalinan hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikaruniakan untuknya seribu pahala haji dan umrah“. (Bahan buku Pahala Itu Mudah – Republika). Nabi SAW mengajarkan kepada setiap suami muslim agar pandai-pandai merawat cinta kasih. “Berlaku baiklah kepada isterimu. Dan ketahuilah, sesungguhnya akulah yang terbaik terhadap isteriku“. Suatu ketika, Abdur Rahman bin Auf bertanya pada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, apa keistimewaan isteri salehah? “. ‘ Seorang isteri salehah lebih daripada seribu lelaki yang tidak saleh. Isteri mana pun yang mengabdi kepada suaminya selama tujuh hari ditutupilah tujuh buah pintu neraka dari dirinya dan dibuka delapan buah pintu surga baginya serta dia akan masuk dari pintu mana dia mau dengan tanpa hisab,“ ujar Rasulullah SAW. Sementara itu kepada Anas bin Malik, Rasulullah SAW juga menyatakan, “Seorang isteri bila telah salat lima waktu, puasa Ramadhan dan memelihara kemaluannya serta taat kepada suaminya, maka dia akan masuk surga dari pintu manapun yang ia sukai“. Selanjutnya dijelaskan oleh Rasulullah SAW, “Seorang isteri salehah yang kedatangan haid, maka haidnya itu adalah sebagai penghapus dosa. Apalagi jika ia berdoa di hari yang pertama ‘Alhamdulillah ala kulli halin wastagfirullah min kulli dzanbin ‘(Segala puji bagi Allah dengan segala hal dan aku memohon ampunan kepada Allah dari segala dosa) ‘. Maka Allah menulis baginya kebebasan dari neraka, dapat lewat di atas sirath dan aman dari azab Allah SWT akan mengangkat derajatnya setiap hari dan malam seperti derajat empat puluh orang syahid apabila berzikir kepada Allah SWT, dalam haidnya, “ ujar Rasulullah SAW. Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada muslimah yang memperoleh pahala lebih dari isteri seorang muslim yang menyenangkan suaminya, patuh pada perintahnya, dan menjaga kehormatan dan hartanya selama suaminya tidak hadir“. Kemudian Nabi SAW mengingatkan, “Wanita itu tiang Negara. Manakala baik wanita, baiklah Negara. Manakala rusak wanita, rusaklah Negara“. Dalam Islam Nabi SAW telah meletakkan dasar-dasar penghormatan terhadap hak-hak perempuan. Beliau SAW menegaskan, mulia atau tidaknya seseorang dalam pandangan Allah, salah satu ukurannya ialah ada atau tidaknya rasa hormat kepada perempuan, khususnya kaum ibu. Beliau SAW juga meminta umatnya agar anak perempuan diberi perhatian khusus. Kata Nabi SAW “Lelaki mana saja yang mempunyai anak perempuan lalu memberi pelajaran kepadanya, maka hendaknya ia memberi pelajaran dengan cara yang baik kepadanya. Demikian pula jika ia mendidiknya, maka hendaknya ia memberi pendidikan dengan cara yang baik kepadanya“ (HR.Ahmad). Pada suatu hari seorang lelaki mendatangi Nabi SAW di majelisnya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku pergauli dengan baik?“ tanyanya. “Ibumu,“ jawab Nabi SAW. Orang itu kemudian bertanya lagi, “Kemudian siapa? “. “Ibumu,“ jawab Nabi kembali. Untuk kali ketiga orang itu bertanya, “Setelah itu siapa lagi,“ dan tetap dijawab oleh Nabi SAW “Ibumu“. Baru kemudian ketika orang itu bertanya kembali, Nabi SAW. menjawab “Bapakmu“. Hadis riwayat Abu Hurairah itu menegaskan betapa Islam mengangkat dan menjunjung tinggi derajat kaum wanita. Begitu besarnya perhatian Nabi SAW kepada kaum wanita sehingga menjelang ajalnya dia berpesan agar para wanita itu diperlakukan secara baik. Rasulullah SAW juga pernah bersabda, “Dunia ini adalah perhiasan, dan perhiasan yang paling indah adalah wanita yang salehah, yang apabila dipandang menarik hati, apabila ditinggalkan suaminya bepergian, dia mampu menjaga harta dan harga diri suaminya“. Untuk isteri yang salehah, Rasulullah SAW telah menjanjikan dalam suatu hadis yang dirawikan oleh Turmuzi, Ibnu Majah dan Al Hakim “Apabila seorang wanita yang disenangi suami wafat, maka dia akan masuk surga.“ Wallahualam. **