Laman

Monday, April 11, 2011

Kebesaran Arti Alhamdulillah

1. Siapa yang membaca dipagi
hari sebanyak empat kali Allah hitung ia mensyukurin nikmat
sehari itu, empat kali kali sorehari Allah hitung telah
mensyukuri nikmat Allah semalam itu.

2. Siapa yang memperoleh nikmat demi nikmat hendaklah ia mengungkapkan alhamdulillah, yang paling tau tentang kita hanya Allah, makanya kita harus
pasrah kepada yang Maha Tahu itu, Allah lebih kasihan kepada
diri kita daripada diri kita sendiri, maka ketika Allah tidak memberi apa yang telah kita minta pasti
disana ada bahayanya, makanya dikasih oleh Allah maupun tidak
ungkapkanlah alhamdulillah, maka serahkan dalam segala hal kepada Allah

3. Siapa seorang hamba berkata
“Alhamdulillah kama hua ahluh” maka seluruh pencatan amal kebaikan dilangit maupun yang
dibumi tidak mampu
mencatatnya karena siapa yang bisa tahu bagaimana Allah
memuji dirinya sendiri begitu besar pahalanya sampai para malaikat tidak tahu berapa pahalanya yang sesuai Allah itu apa, maka Allah menyuruh
malaikat tadi untuk menulis persis seperti apa yang di ungkapkan Orang tadi dan Allah sendiri yang akan membalasnya.

4. Setiap seorang hamba memperoleh nikmat Allah
sebagaimana besarnya maupun
kecilnya dan apapun nikmat itu lalu ia memuji Allah maka
ungkapan syukurnya kepada tadi dihadapan Allah lebih besar daripada besarnya semua nikmat yang Allah telah berikan
kepadanya, itu karena sifat Allah arohman-arrokhim.

5. Siapa yang memperoleh nikmat yang begitu banyak
hendaklah memperbanyak
mengucapkan “Alhamdulillah”

6. Siapa yang memiliki 4 ini ia
berada dalam cahaya Allah (dari rosul SAW)
- Orang kena musibah berkata
“inna lillahi wa inna ilaihi rooji'uun”
- Orang memperoleh kebaikan “alhamdulillah”, baik itu terkabul maupun tidak doanya
- Orang yang memiliki banyak masalah, halangan, dan
rintangan “Walaa khaula walaa kuwwata illa billahil 'aliyyil 'adzim”
- Siapa yang rizkinya agak lambat datangnya hendaklah
mengatakan "Astaghfirulllah"
Para penjaga neraka berkata sungguh keterlalulan kalau ada
orang masuk neraka kalau mengingat rahmat Allah yang
begitu besar semacam ini maka api disana sangat bergemuruh
ingin sekali menerkamnya ketika
ada calon penghuni neraka yang masuk, karena kemanapun kita pergi ketika masih hidup disana
pasti ada rahmat Allah, tapi untuk
neraka tidak ada rahmat Allah
sedikitpun disana “Masyaa Allah”
Kapan kita deket dan jauh dari Allah ada 1 ukurannya yaitu
ketika kita menganggap diri kita
tidak ada dihadapan Allah maka kita dekat dengan Allah, tapi
kalau kita menganggap kita ada
dihadapan Allah maka kita sungguh jauh-jauh dari Allah
seperti apa yang dilakukan oleh
iblis yang menganggap ia ada
dihadapan Allah. Lebih mulia dihadapan Allah daripada Nabi Adam As. Maka Allah mengusir mereka supaya jauh-jauh dari
Allah Dan apabila kita sudah tau ini, supaya tidak menjadi beban ilmu buat kita kelak diakhirat karena
sudah tau hali ini tapi tidak memprekrekannya, maka hendaklah kita membacanya tiap
hari karena begitu besar pahalanya, dan kalau bisa sejak
matahai terbit sampai tenggelam supaya sudah membaca ini”
sebaik-baik amalan ialah amalan yang dilakukan secara rutin baik sedikit maupun banyak Tapi kalau bisa yang banyak amin ['.']

“Bismillahhirrohmanirrohim”
“Allahumma sholli 'alaa muhammad wa'alaa ali muhammad”
“Alhamdulillahi kamaa hua ahluh”

Marilah kita selalu bersyukur

Sedemikian vitalnya, syukur ditekankan oleh Allah dalam
banyak surat dalam Al Qur ’an, yang kesemuanya memberi
peringatan dan bimbingan kepada umat manusia, agar
mendirikan rasa syukur yang
menetap dalam hati dan menjadi bagian tak terpisahkan dari iman, sehingga ada istilah syukur nikmat Allah, ada juga istilah
kufur nikmat Allah, sebagai resiko
kekufuran lainnya selain kufur kepada Allah. Oleh karena itu,
yang dimaksud kufur nikmat ini, pangkal pertama adalah tidak
menyadari bahwa Allah sudah
menciptakan adanya diri dan alam semesta ini, yang kesemuanya untuk manusia.

“…Dan Allah mengeluarkan kamu
dari perut ibumu dalam keadaan
tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu
pendengaran, penglihatan dan
hati, agar kamu bersyukur ”. (An-
Nahl: 78)

“Allah-lah yang menundukkan
lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya
kamu dapat mencari karunia -Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur ”. (Al-Jaathiya: 12).

Q.S. Ibrahim : 5
” Dalam semua kejadian itu terdapat bukti kekuasaan Allah bagi orang yang selalu sabar dan bersyukur. ”

Semua perintah untuk bersyukur, bukanlah untuk Allah, tetapi
sebagai pesan pendewasaan
manusia agar dalam
bermuamalah juga menyadari akan bantuan dan pertolongan
orang lain, yang sudah menolong
kita juga, terutama orang tua kita sendiri.

“…Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu …”
Zumar:7