Laman

Senin, 14 Maret 2011

Sejarah kota Kisaran.

Perjalanan Sultan Aceh “Sultan
Iskandar Muda” ke Johor dan
Malaka pada tahun 1612 dapat
dikatakan sebagai awal dari
Sejarah Asahan. Dalam
perjalanan tersebut, rombongan
Sultan Iskandar Muda
beristirahat di kawasan sebuah
hulu sungai, yang kemudian
dinamakan ASAHAN. Perjalanan
dilanjutkan ke sebuah “Tanjung”
yang merupakan pertemuan
antara sungai Asahan dengan
sungai Silau, kemudian bertemu
dengan Raja Simargolang. Di
tempat itu juga, Sultan Iskandar
Muda mendirikan sebuah
pelataran sebagai “Balai” untuk
tempat menghadap, yang
kemudian berkembang menjadi
perkampungan. Perkembangan
daerah ini cukup pesat sebagai
pusat pertemuan perdagangan
dari Aceh dan Malaka, sekarang
ini dikenal dengan “Tanjung
Balai”.
Dari hasil perkawinan Sultan
Iskandar Muda dengan salah
seorang puteri Raja Simargolang
lahirlah seorang putera yang
bernama Abdul Jalil yang
menjadi cikal bakal dari
kesultanan Asahan. Abdul Jalil
dinobatkan menjadi Sultan
Asahan I. Pemerintahan
kesultanan Asahan dimulai tahun
1630 yaitu sejak dilantiknya
Sultan Asahan yang I s.d. XI.
Selain itu di daerah Asahan,
pemerintahan juga dilaksanakan
oleh datuk-datuk di Wilayah Batu
Bara dan ada kemungkinan
kerajaan-kerajaan kecil lainnya.
Tanggal 22 September 1865,
kesultanan Asahan berhasil
dikuasai Belanda. Sejak itu,
kekuasaan pemerintahan
dipegang oleh Belanda.
Kekuasaan pemerintahan
Belanda di Asahan/Tanjung Balai
dipimpin oleh seorang Kontroler,
yang diperkuat dengan
Gouverments Besluit tanggal 30
September 1867, Nomor 2
tentang pembentukan Afdeling
Asahan yang berkedudukan di
Tanjung Balai dan pembagian
wilayah pemerintahan dibagi
menjadi 3 (tiga) yaitu:
1.Onder Afdeling Batu Bara
2.Onder Afdeling Asahan
3.Onder Afdeling Labuhan Batu.
Kerajaan Sultan Asahan dan
pemerintahan Datuk-Datuk di
wilayah Batu Bara tetap diakui
oleh Belanda, namun tidak
berkuasa penuh sebagaimana
sebelumnya. Wilayah
pemerintahan Kesultanan dibagi
atas Distrik dan Onder Distrik
yaitu:
1.Distrik Tanjung Balai dan
Onder Distrik Sungai Kepayang.
2.Distrik Kisaran.
3.Distrik Bandar Pulau dan Onder
Distrik Bandar Pasir
Mandoge.Sedangkan wilayah
pemerintahan Datuk-datuk di
Batu Bara dibagi menjadi
wilayah Self Bestuur yaitu:
1.Self Bestuur Indrapura
2.Self Bestuur Lima Puluh
3.Self Bestuur Pesisir
4.Self Bestuur Suku Dua ( Bogak
dan Lima Laras ).
Pemerintahan Belanda berhasil
ditundukkan Jepang (tanggal 13
Maret 1942), sejak saat itu
Pemerintahan Fasisme Jepang
disusun menggantikan
Pemerintahan Belanda.
Pemerintahan
Fasisme Jepang dipimpin oleh
Letnan T. Jamada dengan
struktur pemerintahan Belanda
yaitu Asahan Bunsyu dan
bawahannya Fuku Bunsyu Batu
bara. Selain itu, wilayah yang
lebih kecil di bagi menjadi Distrik
yaitu Distrik Tanjung Balai,
Kisaran, Bandar Pulau, Pulau
Rakyat dan Sei Kepayang.
Pemerintahan Fasisme Jepang
berakhir pada tanggal 14
Agustus 1945 dan 17 Agustus
1945 Kemerdekaan Negara
Republik Indonesia
diproklamirkan. Sesuai dengan
perkembangan Ketatanegaraan
Republik Indonesia, maka
berdasarkan UU Nomor 1 Tahun
1945, Komite Nasional Indonesia
Wilayah Asahan di bentuk pada
bulan September 1945. Pada
saat itu pemerintahan yang di
pegang oleh Jepang sudah tidak
ada lagi, tapi pemerintahan
Kesultanan dan pemerintahan
Fuku Bunsyu di Batu Bara masih
tetap ada. Tanggal 15 Maret
1946, berlaku struktur
pemerintahan Republik
Indonesia di Asahan dan wilayah
Asahan di pimpin oleh Abdullah
Eteng sebagai kepala wilayah
dan Sori Harahap sebagai wakil
kepala wilayah, sedangkan
wilayah Asahan dibagi atas 5
(lima) Kewedanan, yaitu:
1.Kewedanan Tanjung Balai
2.Kewedanan Kisaran
3.Kewedanan Batubara Utara
4.Kewedanan Batubara Selatan
5.Kewedanan Bandar Pulau.
Kemudian setiap tahun tanggal
15 Maret diperingati sebagai
Hari Jadi Kabupaten Asahan.
Pada Konferensi Pamong Praja
se-Keresidenan Sumatera Timur
pada bulan Juni 1946 diadakan
penyempurnaan struktur
pemerintahan, yaitu:
1.Sebutan Wilayah Asahan
diganti dengan Kabupaten
Asahan
2.Sebutan Kepala Wilayah diganti
dengan sebutan Bupati
3.Sebutan Wakil Kepala Wilayah
diganti dengan sebutan Patih
4.Kabupaten Asahan dibagi
menjadi 15 (lima belas ) Wilayah
Kecamatan terdiri dari;
a. Kewedanan Tanjung Balai
dibagi atas 4 (empat) Kecamatan,
yaitu :
*Kecamatan Tanjung Balai
*Kecamatan Air Joman
*Kecamatan Simpang Empat
*Kecamatan Sei Kepayang
b. Kewedanan Kisaran dibagi
atas 3 (tiga) Kecamatan, yaitu :
*Kecamatan Kisaran
*Kecamatan Air Batu
*Kecamatan Buntu Pane
c. Kewedanan Batubara Utara
terdiri atas 2 (dua) Kecamatan,
yaitu :
*Kecamatan Medang Deras
*Kecamatan Air Putih
d. Kewedanan Batu Bara Selatan
terdiri atas 3 (tiga) Kecamatan,
yaitu:
*Kecamatan Talawi
*Kecamatan Tanjung Tiram
*Kecamatan Lima Puluh
e. Kewedanan Bandar Pulau
terdiri atas 3 (tiga) Kecamatan,
yaitu :
*Kecamatan Bandar Pulau
*Kecamatan Pulau Rakyat
*Kecamatan Bandar Pasir
Mandoge.