Laman

Rabu, 09 Maret 2011

Kenapa minum harus duduk?

Inilah Alasan Rosulullah Melarang Ummatnya Minum
Sambil Berdiri

Dalam hadist disebutkan
“ janganlah kamu
minum sambil
berdiri ”. Dari segi
kesehatan. Air yang
masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfinger. Sfinger
adalah suatu struktur muskuler (berotot) yang bisa membuka
(sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan
disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Jika kita minum sambil
berdiri. Air yang kita minum otomatis masuk tanpa disaring
lagi. Langsung menuju kandung
kemih. Ketika menuju kandung kemih itu terjadi pengendapan di saluran speanjang perjalanan (ureter). Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter
inilah awal mula munculnya bencana.
Betul, penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang
sungguh berbahaya. diduga diakibatkan karena Susah kencing, jelas hal ini berhubungan dengan saluran yang sedikit demi sedikit tersumbat tadi.

Dari Anas r.a. dari Nabi saw.:
“Bahwa ia melarang seseorang untuk minum sambil berdiri”.
Qatadah berkata, “Kemudian
kami bertanya kepada Anas tentang makan. Ia menjawab bahwa hal itu lebih buruk.”
Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh
seseorang akan berjalan pada
dinding usus dengan perlahan dan lambat. Adapun minum
sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan
dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika
hal ini terjadi berulang-ulang
dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian
menyebabkan disfungsi pencernaan.
Adapun rasulullah saw pernah sekali minum sambil berdiri,
maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau
untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-
tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat azas darurat!
Manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf
sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga
bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja
yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan
syaraf dan otot secara
bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai
ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat
makan dan minum.